Archive for the ‘Artikel’ Category

Pembelajaran Berbasis Masalah

Posted: 26 September 2013 in Pendidikan

PENDAHULUAN

Sistem pembelajaran yang selama ini dilakukan mayoritas masih menggunakan sistem pembelajaran konvensional (faculty teaching)  yang biasa disebut ceramah murni atau ceramah dengan menggunakan alat bantu white board (papan tulis), yang kental dengan suasana instruksional dan dirasa kurang sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat (Dabutar, 2008 : 2).

Menurut Mursell & Nasution (2006:11-12), cara mengajar yang konvensional membuat peserta didik belajar dengan cara yang sangat tidak efisien, peserta didik tidak sanggup memahami pelajaran dengan suatu tujuan yang jelas, tidak sanggup menilai apa yang dipelajari, tidak sanggup menyusun fakta dan mengambil kesimpulan, karena mereka tidak memperoleh hasil belajar yang autentik. Selain itu dalam pembelajaran konvensional, komunikasi yang terjadi satu arah, peserta didik pasif, peserta didik hanya menggunakan satu alat indra yaitu pendengaran, peserta didik tidak diharuskan berpikir dan mengutamakan hapalan (Nasution,1999:80)……..

Penulis : I Putu Widyanto

Dipublikasikan Di Jurnal Bawi Ayah. Volume II Tahun 2012.

Artikel Lengkap Silahkan Di Klik

Iklan

Pendahuluan

Upacara-upacara tradisional di Kalimantan Tengah merupakan suatu mata rantai yang tak dapat dipisahkan dari Tattwa yang merupakan inti dari pada ajaran agama Hindu Kaharingan (tradisi religi asli masyarakat Dayak) dengan susila yang merupakan aturan-aturan yang patut dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Unsur tattwa, etika dan upacara merupakan unsur universal ajaran agama Hindu Kaharingan yang terkandung dalam setiap ritual yang dilakukan oleh masyarakat Dayak, yang mana antara unsur yang satu dengan yang lainnya harus saling dipahami dan ditaati secara terpadu dan simultan serta tidak terpisahkan.

Masyarakat Dayak Ngaju khususnya yang beragama Hindu Kaharingan sangat kaya dengan upacara-upacara keagamaan antara lain seperti tata cara perkawinan pada masyarakat suku Dayak Ngaju yang disebut “Pelek Rujin Pangawin. Ritual upacara perkawinan merupakan salah satu ritual keagamaan sekaligus dianggap adat yang mencirikan keberadaan suku Dayak Ngaju sebagai suatu kelompok masyarakat adat. Hal ini dikarenakan ritual perkawinan ini tidak lagi hanya dilaksanakan oleh masyarakat Dayak yang beragama Hindu Kaharingan saja, tetapi juga dilakukan oleh masyarakat Dayak yang sudah tidak lagi memeluk agama Hindu Kaharingan.

Penulis : Nali Eka.

Sumber : http://ekapalangka.wordpress.com/2011/05/26/upacara-perkawinan-masyarakat-suku-dayak-ngaju-dalam-kajian-agama-dan-adat/#comment-4.

Artikel Lengkap Silahkan  Di Klik