Kelas Itu Buka “Penjara Intelektual”

Posted: 22 Desember 2011 in serba serbi

Menurut Tilaar (2004 : 139) penyampaian materi pelajaran yang lebih banyak ditempuh melalui ceramah yang berlangsung terus-menerus tanpa adanya inovasi dalam penyampaiaan materi akan dapat membosankan dan melemahkan aktivitas mahasiswa. Mahasiswa memiliki ketergantungan yang sangat besar kepada dosen dalam melakukan kegiatan belajar. Mahasiswa sangat mudah mengabaikan dosen yang cara mengajarnya berulang-ulang karena tidak menarik perhatian mereka. Proses mengajar seperti ini bisa dikatakan, dosen mengajar secara “otoriter” mereka menganggap sumber belajar adalah dari diri mereka sendiri. Padahal proses belajar yang “otoriter” tidak membuka diri bagi pengembangan berpikir yang demokratis tentunya tidak dapat melahirkan para profesional yang dapat bekerja sama dan sekaligus dapat bersaing, bila pembelajaran ini terus dilakukan akan membuat kelas menjadi tidak efektif, kelas ibarat “penjara intelektual” bagi putra putri penerus estafet pembangunan.

Menurut Sudjana (2005:40), pembelajaran di kelas yang efektif memiliki ciri-ciri adanya keterlibatan, tanggung jawab dan umpan balik dari peserta didik, keterlibatan peserta didik adalah syarat pertama dan utama dalam keberhasilan kegiatan pembelajaran di kelas. Tentu keikutsertaan ini di awali dari ketertarikan mereka terhadap apa yang disampaikan oleh dosen, sehingga perhatian mahasiswa tertuju dengan materi yang disampaikan dosen.

Penulis : Putu Widyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s