Kecemasan Dalam Belajar

Posted: 21 Desember 2011 in serba serbi

 

Menurut pendapat Sieber dalam Sudrajat (2008:1), menghilangkan kesenangan dalam pembelajaran akan mengakibatkan kecemasan,  kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti: gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, sakit kepala, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan. Selain itu, masih muncul opini di kalangan segelintir dosen bahwa pembelajaran dikatakan berhasil apabila suasana kelas berlangsung diam alias bisu dan mahasiswa patuh dengan komando. Suasana kelas pun seringkali berubah mirip ruang karantina untuk “mencuci otak” mahasiswa. Pembelajaran jauh dari dialog, bercurah pikir, apalagi dialog interaktif. Mahasiswa yang kritis dan sering bertanya justru sering diberi stigma sebagai mahasiswa “ngeyelan” dan cerewet. Mahasiswa ber-”talenta” semacam itu tak jarang memancing adrenalin emosi dosen yang tidak siap menjawab pertanyaan mahasiswa. Dengan otoritas yang dimilikinya, dosen bak “sipir penjara” yang tengah mengawasi perilaku narapidana (tengok di sini, disana, dan di sini lagi).

Penulis : Putu Widyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s