Hal yang Disukai dan Tidak dari Guru

Posted: 11 Mei 2011 in serba serbi

Landasan pikiran tentang pengertian guru berorientasi kepada predikat pendidik, pengajar, pembimbing, penilai, panutan, figur , dan sumber inspirasi bagi peserta didik usia dini, dasar dan menengah menjadi potret rutinitas keseharian di sekolah dan masyarakat. Peserta didik membutuhkan figur yang memperhatikan kepentingan pembelajaran. Frend W, Hart, 1994, dalam Djamarah (2008:105) menyebutkan sepuluh sikap yang baik dan disenangi anak didik dari figur yang baik sebagai berikut :(1)    Suka menolong pekerjaan sekolah dan menerangkan pelajaran dengan jelas dan mendalam serta menggunakan

contoh-contoh yang baik dalam mengajar

(2)    Periang dan gembira, memiliki sifat humor dan suka menerima lelucon atas dirinya,

(3)    Menaruh perhatian dan memahami anak didiknya

(4)    Berusaha agar pekerjaan menarik, dapat membangkitkan keinginan-keinginan bekerja sama dengan anak didik

(5)    Tegas, sanggup menguasai kelas dan dapat membangkitkan rasa hormat pada anak didik

(6)    Tidak ada yang lebih disenangi, tidak pilih kasih, dan tidak ada anak emas atau anak tiri

(7)    Tidak suka mengomel, dan mencela

(8)    Anak didik benar-benar merasakan bahwa ia mendapatkan sesuatu dari guru

(9)    Mempunyai pribadi yang dapat diambil contoh dari pihak anak didik dan masyarakat lingkungannya.

Al Ghazali menyebutkan bahwa guru yang dapat diserahi tugas mendidik adalah guru yang cerdas dan sempurna akalnya, baik akhlak maupun fisiknya, memiliki sifat-sifat khusus atau tertentu, misalnya keahlian dan profesi dari seorang guru, orang yang berilmu, pengarah dan penyuluh yang jujur, dan simpatik di depan para peserta didiknya (Musbikin, 2010:26).

            Guru yang ideal tidak lepas dari penilaian murid, untuk itu seorang guru ideal harus mendengarkan aspirasi murid agar perilakunya disenangi murid. Tidak sebaliknya, bersikukuh dan cuek dengan sikapnya sendiri tanpa memperhatikan penilaian dan aspirasi murid. Harmonisasi hubungan guru murid sangat penting untuk efektivitas pembelajaran yang dinamis dan progresif. Menurut Asmani (2009:103), hal-hal yang dibenci murid dari gurunya antara lain :

  1. Berpakaian kurang rapi
  2. Jarang masuk
  3. Pilih kasih (tidak adil)
  4. Suka memberi  PR tanpa mengeroksi
  5. Berkata kasar
  6. Suka menyuruh
  7. Menghukum semena-mena
  8. Cuek di dalam dan laur kelas
  9. Suka diminta tolong
  10. Tidak konsisten

Penulis : Putu Widyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s