Media Pembelajaran

Posted: 14 Januari 2011 in serba serbi

Keberadaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan itu sendiri (Rochaety,dkk. 2006 : 14). Kedua domain ini memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggi dalam membentuk karekteristik dunia pendidikan.

Teknologi informasi dan komunikasi terutama media pembelajaran mempunyai peranan semakin penting dalam proses pembelajaran. Banyak orang percaya bahwa media pembelajaran akan dapat membawa kita kepada situasi belajar dimana learning with effort akan dapat digantikan dengan learning with fun. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, tidak membosankan akan menjadi pilihan tepat bagi para tenaga pendidik.

Proses belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal yang konkrit, baik dalam konsep maupun faktanya. Bahkan dalam realitasnya belajar seringkali bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat kompleks, maya dan berada di balik realitas, karena itu media memiliki andil untuk menjelaskan hal-hal yang abstrak dan menunjukkan hal-hal tersembunyi, ketidakjelasan atau kerumitan bahan ajar dapat di bantu dengan menghadirkan media sebagai perantara bahkan dalam hal tertentu media dapat mewakili kekurangan pendidik dalam mengkomunikasikan materi pelajaran (Sutikno, 2007 : 173). Namun perlu diingat, bahwa peran media tidak akan terlihat apabila penggunaannya tidak sejalan dengan esensi pembelajaran yang telah dirumuskan. Karena itu tujuan pembelajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media.

Menurut pendapat Miarso (2005:458), media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali.

Selanjutnya menurut pendapat Sadiman (2008:7), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Pendapat-pendapat tersebutpun sejalan dengan pendapat Ibrahim & Syaodih (2003:112), yang menyatakan bahwa media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar.

Teknologi informasi terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting dalam proses pembelajaran. Multimedia dapat dikembangkan bersama dengan teks, suara, foto dan video yang dapat menyesuaikan materi silabus dengan gaya belajar individu anak, baik asosiatif, abstrak, virtual atau apapun (Greenfield, 2005 ; 249). Banyak orang percaya bahwa multimedia akan dapat membawa kita kepada situasi belajar dimana learning with effort akan dapat digantikan dengan learning with fun. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, tidak membosankan akan menjadi pilihan tepat bagi para tenaga pendidik.

Seorang tenaga pendidik dalam melaksanakan proses belajar mengajar harus memiliki gagasan yang ditunjukkan dalam desain pembelajaran, sebagai titik awal dalam melaksanakan komunikasi dengan peserta didik. Karena itu dalam menyusun desain pembelajaran, disamping gagasan tenaga pendidik , perlu diperhatikan adanya unsur-unsur yang dapat menunjang proses komunikasi. Hal ini berarti agar proses komunikasi dapat berjalan secara efektif dan efisien, perlu mengenal tentang kegunaan media pembelajaran. Kegunaan media pembelajaran sangat dipengaruhi oleh ruang, waktu, pendengar (penerima pesan atau peserta didik) serta sarana dan prasarana yang tersedia, disamping sifat dari media pembelajaran.

Menurut pendapat Nasution (2005;100), walaupun penggunaan media pembelajaran dapat mengubah peran pendidik, namun peran pendidik tidak dapat ditiadakan dan selalu diperlukan. Karena bila peran pendidik digantikan dengan “mesin” akan menghilangkan unsur manusiawi yang selalu terdapat dalam interaksi sosial antara pendidik dan peserta didik. Bagaimanapun canggihnya teknologi yang digunakan dalam proses belajar mengajar pendidik tetap memegang peranan penting. Hal ini sejalan dengan pendapat Danim (2006;187), bahwa pendidik merupakan ujung tombak proses kemanusiaan dan pemanusiaan melalui jalur pendidikan formal. Selain itu pendidik merupakan prajurit terdepan di dalam membuka cakrawala peserta didik memasuki dunia ilmu pengetahuan dalam era global dewasa ini (Tilaar,2006;167).

Bila pendidik lebih banyak berperan atau tidak membangkitkan kreativitas peserta didik maka jangan harap pendidikan mampu menghasilkan manusia produktif (Mutrofin,2007;4). Maka dalam mengajar pendidik di harapkan dapat menggunakan madia dalam pembelajarannya agar kreativitas peserta didik dapat ditingkatkan. Karena pendidik bukan hanya sebagai penceramah yang mendominasi tetapi pendidik sebagai fasilitator. Agar menjadi fasilitator yang baik, maka dibutuhkan sarana untuk mengajar berupa media (Sutrisno,2006;17). Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Trianto (2007;25), bahwa peran pendidik sangat penting untuk menciptakan situasi belajar, pendidik dapat menciptakan suatu keadaan atau lingkungan belajar yang memadai agar peserta didik dapat menemukan pengalaman-pengalaman nyata dan terlibat langsung dengan alat dan media. Pendidik dan kehadiran media pembelajaran dikelas hendaknya bahu membahu dalam memberikan kemudahan belajar bagi peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan minat dan motivasi belajar peserta didik. Perhatian dan bimbingan secara individu dapat dilaksanakan oleh pendidik dengan baik sementara informasi dapat pula disajikan secara jelas, menarik dan teliti oleh media pembelajaran.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka menurut pandangan penulis yang dimaksud dengan media pembelajaran dalam tulisan ini adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran dalam penyampaian pesan kepenerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat dan kemampuan penerima pesan sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.

Penulis : Putu Widyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s