Manfaat Media Pembelajaran

Posted: 14 Januari 2011 in serba serbi

Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan-kugunaan sebagai berikut ; (Miarso,2005;458)

  1. Media mampu memberikan rangsangan yang berpariasi kepada otak kita sehingga otak dapat berfungsi secara optimal.
  2. Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik itu berbeda. Kehidupan keluarga dan masyarakat sangat menentukan. Dua anak yang hidup di dua masyarakat/lingkungan yang berbeda akan mempunyai pengalaman yang berbeda. Ketersediaan buku dan bacaan lain, kesempatan bepergian dan sebagainya adalah faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak. Media dapat mengatasi perbedaan-perbedaan itu. Jika peserta didik tak mungkin dibawa ke objek yang dipelajari, maka objeklah yang dibawa ke peserta didik dengan melalui media.
  3. Media dapat melampaui batas ruang kelas. Banyak hal yang tak mungkin untuk dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik karena;

  1. Objek terlalu besar misalnya candi, stasiun dan lain-lain. Dengan media kita bisa menampilkannya ke hadapan peserta didik.
  2. Beberapa objek, makhluk hidup dan benda yang terlalu kecil untuk diamati dengan mata telanjang. Misalnya bakteri, protozoa dan sebagainya. Kaca pembesar sebagai salah satu bentuk sarana pembelajaran dapat memperbesar dan memperjelas objek-objek tadi.
  3. Gerakan yang terlalu lambat untuk diamati, misalnya proses pemekaran bunga, dapat diikuti prosesnya dalam beberapa saat saja berkat media fotografi (timelapse photography).
  4. Gerakan yang terlalu cepat pun sulit ditangkap mata biasa. Misalnya kepalan sayap burung, kumbang dan lain-lain dapat diamati berkat media.
  5. Adakalanya objek yang akan dipelajari terlalu kompleks. Media dalam bentuk diagram atau mode dapat digunakan untuk menyederhanakan objek yang bersangkutan agar lebih gampang dimengerti.
  6. Bunyi-bunyi yang amat halus ataupun suara pendidik berceramah di hadapan ratusan peserta didik, yang tak mungkin ditangkap dengan jelas oleh telinga biasa menjadi jelas didengar berkat media.
  7. Rintangan-rintangan untuk mempelajari musim, iklim dan geografi secara umum dapat diatasi. Kehidupan ikan di dalam laut atau kehidupan singa di hutan dapat dihidangkan ke depan kelas.
  1. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dan lingkungannya. Mereka tidak hanya diajak “membaca tentang” atau “berbicara tentang” gejala fisik dan social, tetapi diajak berkontak secara langsung dengannya.
  2. Media menghasilkan keseragaman pengamatan. Persepsi yang dimiliki si A berbeda dengan si B bila si A hanya pernah mendengar sedang si B pernah melihat sendidri bahkan pernah memegang, meraba dan merasakannya. Media memberikan pengalaman dan persepsi yang sama. Pengamatan yang dilakukan oleh peserta didik bisa bersama-sama diarahkan kepada hal-hal penting yang dimaksudkan oleh pendidik.
  3. Media membangkitkan keinginan dan minat baru. Dengan menggunakan media pendidikan, horizon pengalaman anak semakin luas, persepsi semakin tajam, konsep – konsep dengan sendirinya semakin lengkap. Akibatnya keinginan dan minat untuk belajar selalu muncul.
  4. Media membangkitkan motivasi dan rangsangan untuk belajar. Pemasangan gambar-gambar di papan temple, pemutaran film, mendengarkan rekaman atau radio merupakan rangsangan yang membangkitkan keinginan untuk belajar.
  5. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari sesuatu yang konkret maupun abstrak. Sebuah film atau serangkaian foto tentang candi Borobudur misalnya dapat memberikan imajinasi yang konkret tentang wujud, ukuran, lokasi dan sebagainya. Kecuali itu dapat pula mengarah ke generalisasi tentang arti kepercayaan, suatu budaya dan sebagainya.
  6. Media memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar mandiri, pada tempat dan waktu serta kecepatan yang ditentukan sendiri.
  7. Media meningkatkan kemampuan keterbacaan baru (new literacy), yaitu kemampuan untuk membedakan dan menafsirkan objek, tindakan dan lambang yang tampak baik yang dialami maupun buatan manusia, yang terdapat dalam lingkungan.
  8. Media mampu meningkatkan efek sosialisasi, yaitu dengan meningkatnyanya kesadaran akan dunia sekitar.
  9. Media dapat meningkatkan kemampuan ekspresi diri pendidik maupun peserta didik.

Selanjutnya Menurut Miarso (1984), dalam Dabutar (2008;5), media yang dirancang dengan baik dalam batas tertentu dapat merangsang timbulnya semacam dialog internal dan eksternal dalam diri siswa yang belajar. Dengan perkataan lain terjadi komunikasi antara siswa dengan media atau secara tidak langsung antara siswa dengan sumber pesan atau pendidik. Media berhasil membawakan pesan belajar bila kemudian terjadi perubahan kualitas dalam diri siswa.

Kita dapat melihat dari uraian diatas bahwa sudah selayaknya kalau media tidak lagi hanya kita pandang sebagai alat bantu belaka bagi pendidik untuk mengajar, tetapi lebih sebagai alat penyalur pesan dari pemberi pesan ke penerima pesan. Sebagai pembawa pesan, media tidak hanya digunakan oleh pendidik tetapi yang lebih penting lagi dapat pula digunakan oleh peserta didik. Oleh karena itu sebagai penyaji dan penyalur pesan dalam hal-hal tertentu media dapat mewakili pendidik menyampaikan informasi secara lebih teliti, jelas dan menarik. Selain itu menurut Elmubarok (2008;49), media mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan kepada peserta didik mengenai sesuatu yang disampaikannya. Fungsi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik walau tanpa kehadiran pendidik secara fisik.

Penulis : Putu Widyanto

Komentar
  1. budi mengatakan:

    ijin di copy ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s