Belajar dan Proses Komunikasi

Posted: 14 Januari 2011 in serba serbi

Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi (Rohani, 1997 ; 1). Proses komunikasi adalah proses berpartisipasi/memberitahukan pesan (Jamil, 2007 ; 128) atau dapat juga didefinisikan proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui media tertentu ke penerima pesan (Sadiman, dkk, 2008 ; 11). Proses ini harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi oleh pendidik dan peserta didik. Yang dimaksud pesan atau informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide dan pengalaman. Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan dihayati peserta didik. Agar tidak terjadi kesesatan dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media.

Hal terpenting untuk komunikasi dalam pembelajaran adalah umpan balik, yakni respon penerima terhadap pesan yang dikirim setelah menerima dan menginterprestasi pesan itu. Selanjutnya penerima itu menjadi sumber dan mengirimkan pesannya sendiri kembali ke sumber aslinya yang menjadi penerima (Wartono,dkk.2004 ; SN. 40, hal. 6). Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Ritzer dan Goodman (2004 ; 190), yang menyatakan tindakan komunikasi merupakan situasi percakapan ideal. Dimana kekuatan atau kekuasaan tidak menentukan argument atau pendapat mana yang betul, sebaliknya argument yang lebih baik dan benar akan muncul sebagai pemenang.

Dalam proses belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal yang konkrit, baik dalam konsep maupun faktanya. Bahkan dalam realitasnya belajar seringkali bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat kompleks, maya dan berada di balik realitas, karena itu media memiliki andil untuk menjelaskan hal-hal yang abstrak dan menunjukkan hal-hal tersembunyi, ketidak jelasan atau kerumitan bahan ajar dapat di bantu dengan menghadirkan media sebagai perantara bahkan dalam hal tertentu media dapat mewakili kekurangan pendidik dalam mengkomunikasikan materi pelajaran (Sutikno, 2007 ; 173). Namun perlu diingat, bahwa peran media tidak akan terlihat apabila penggunaannya tidak sejalan dengan esensi pembelajaran yang telah dirumuskan. Karena itu tujuan pembelajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media.

Penulis : Putu Widyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s